Visi dan Misi

1. Visi

Terwujudnya Masyarakat Aceh yang Damai, Adil, Sejahtera dan Bermatabat berdasarkan Syariat Islam.

Kata-kata yang tergabung di dalam kalimat yang membentuk visi tersebut, bermakna :

Masyarakat Aceh adalah individu yang tergabung dalam satu kesatuan masyarakat hukum yang berada dalam Provinsi Aceh yang mempunyai hak dan kewajiban sebagai warga Negara Indonesia.

Kedamaian adalah terciptanya suasana yang harmonis, aman, daman yang penuh ketenangan dan kesejukan dalam bingkai syariat Islam.

Bersyariat adalah terwujudnya masyarakat Aceh yang mengamalkan Islam dalam setiap sendi kehidupan yang meliputi Aqidah, Syariah dan Akhlak yang didasari oleh nilai-nilai Syariat Islam.

Bermartabat adalah menciptakan masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi nilai- nilai agama Islam, budaya dan adat-istiadat Aceh yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa Aceh di mata dunia

Berkeadilan adalah terwujudnya pembangunan keagamaan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Aceh dalam mengamalkan nilai-nilai syariat Islam Islam yang bersinambungan berdasarkan prinsip kebutuhan dan azas manfaat bagi masyarakat Aceh.

Sejahtera adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat Aceh melalui pembangunan keagamaan berazaskan pada potensi lokal yang religius dan pengoptimalisasikan pemanfaatan sumber daya syariat Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berdasarkan Syariat Islam adalah proses implementasi nilai-nilai keislaman yang mencakup aspek Aqidah, Ibadah, Syariah, Muamalah dan Akhlak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sebagai manifestasi dalam berinteraksi baik secara vertical dengan Allah SWT dan secara horizontal dengan sesame manusia dan lingkungannya (Hablumminallah dan Hablumminannas).

2. Misi

  1. Membina Kegiatan Keagamaan Umat Islam dalam bidang aqidah, ibadah dan akhlak.
  2. Membina kelembagaan hukum, kerjasama dan penataan perundangan-undangan syariat Islam;
  3. Membina dan meningkatkan kualitas tenaga penyuluh agama Islam (da’i) dan lembaga-lembaga keagamaan;
  4. Membina aktifitas peribadatan, penyemarakan syiar Islam dan menfasilitasi ketersediaan sarana keagamaan;
  5. Membina lembaga pengembangan tilawatil qur’an dan meningkatkan penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Melakukan penataan, pengelolaan dan pengembangan Mesjid Raya Baiturrahaman dalam pelayanan umat;
  7. Melakukan kajian, pelatihan (training) dan pengembangan sumberdaya syariat;
  8. Membina kemakmuran dan membangun toleransi antar umat beragama.