Safari Ramadan, DSI Aceh Santuni Anak Yatim di Simpang Kiri

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. EMK. Alidar, S. Ag,. M. Hum sedang menyantuni anak yatim di Simpang Kiri kota Subulussalam

Dinas Syariat Islam Aceh – Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, EMK Alidar, memimpin safari Ramadan 1443 Hijriah yang berlangsung di Masjid Masjid Al-Ikhlas, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

“Kegiatan safari Ramadan tahun ini, selain akan diisi dengan salat tarawih dan ceramah agama, juga diisi dengan kegiatan gotong royong dan tanam pohon di pekarangan masjid,” kata EMK Alidar, yang didampingi Sekretaris DSI, Muhibuthibri, Minggu (10/4/2022).

Kegiatan tanam pohon bertujuan menghijaukan pekarangan masjid. Pohon yang ditanam ini merupakan sumbangan dari Bank Aceh Syariah Cabang Subulussalam.

Selain gotong royong membersihkan lingkungan masjid, pada Jumat pagi, tim DSI Aceh juga membersihkan tempat wudhu dan sarana MCK di Masjid Al-Ikhlas, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

“DSI Aceh juga menyerahkan bantuan dua gulung sajadah, puluhan mukena, puluhan Alquran serta menyantuni anak yatim,” katanya.

Sebelumnya, Ramadan tahun 2022 ini, tim safari Ramadan Pemerintah Aceh akan turun ke-23 kabupaten/kota secara serentak dalam kurun waktu 7-9 April 2022. Masing-masing SKPA ditugaskan untuk turun ke salah satu mesjid yang ada di kabupaten kota.

Kegiatan safari Ramadan ini akan diisi dengan gotong royong, tanam pohon dan juga ceramah agama. Sedikitnya ada 54 masjid di seluruh Aceh yang akan dikunjungi tim safari Ramadan.

Tim terdiri dari jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh, jajaran Bank Aceh Syariah dan BPRS Mustaqim, sekolah setingkat SMA/SMK serta Puskesmas.

Safari Ramadan tahun ini melibatkan juga lintas sektor di tingkat kabupaten kota dan kecamatan, termasuk camat, kepala SMA dan Kepala Puskemas di lokasi mesjid yang menjadi tujuan safari Ramadan.

Sekda mengatakan, umumnya masjid di Aceh sudah bereh dan sudah bagus. “Jadi fokus kita pada Safari Ramadan tahun ini adalah pada pemeliharaannya,” kata Sekda Aceh, usai doa dan zikir pagi, dari Ruang Potensi Daerah, Kantor Gubernur Aceh.

Sekda mengingatkan, kegiatan Safari Ramadhan yang dilakukan Pemerintah Aceh bukan bermaksud membangun masjid tapi lebih kepada gerakan mengajak masyarakat utamanya pengurus masjid menjaga kebersihan masjid.

Hal itu penting demi kenyamanan jamaah untuk beribadah, baik di bulan Ramadhan maupun paska-Ramadhan nantinya.

Sekda menambahkan, kualitas masjid di Aceh dalam kondisi yang berbeda-beda. Namun demikian, biasanya banyak masalah kebersihan utamanya di tempat wuduk.

Karena itu, kehadiran tim Safari Ramadan, minimal bisa menjadikan kawasan masjid menjadi bersih. “Jika tidak ada pohon silakan ditanami pohon. Tempat wuduk tolong dipastikan bersih dan jika ada kran yang rusak bisa diganti,” kata Sekda, Taqwallah.

Ia meminta agar tim mengingatkan kepada pengurus untuk selalu menjaga kebersihan area masjid paska Safari Ramadhan. (02)

SUMBER:INFOPUBLIK

Posted in Berita and tagged , .

Admin adalah Editor pada Website Resmi Dinas Syariat Islam Aceh.
Jika ada kritik dan saran, Silakan gunakan informasi kontak kami.!!

Terimakasih atas kunjungan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *