Penguatan Syariat Islam, DSI Aceh Gelar Dialog Tokoh Lintas Agama

Dinas Syariat Islam Aceh menggelar dialog tokoh lintas agama dalam rangka penguatan syariat Islam dan dialog tokoh lintas agama guna meningkatkan kerukunan dan keharmonisan hubungan sosial antar umat beragama di provinsi Aceh.

Kegiatan itu digelar DSI Aceh bekerja bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh serta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Panitia pelaksana melaporkan kegiatan yang mengangkat tema meningkatkan kerukunan dan keharmonisan hubungan sosial antar umat beragama di provinsi Aceh diikuti 90 peserta dari berbagai elemen mulai dari tokoh dan pemuka agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu serta Budha, baik dari Sabang, Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kegiatan ini turut diikuti peserta dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Aceh, Kesbangpol serta Kementerian Agama Aceh.

Kepala DSI Aceh, DR EMK Alidar SAg MHum menyebutkan Islam merupakan agama rahmatan lil ngalami yang memberikan kedamaian kepada semua umat manusia.

Islam mengajarkan akhlak serta adab yang baik antar sesama termasuk dengan saudara yang berbeda keyakinan.

Katanya, hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan menjadi teladan dalam mengayomi umatnya seperti adanya kesepakatan bersama piagam madinah yang berlangsung dengan baik.

“Keteladan ini pula diharapkan dapat dilakukan di Aceh secara bersama sama sehingga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama tercipta dengan baik,” katanya.

EMK Alidar menambahkan saat ini pelaksanaan syariat Islam tidak menjadi persoalan masyarakat yang berbeda keyakinan dan berjalan cukup baik, hal ini dirasakan langsung oleh masyarakat non muslim berdasatkan dialog yang kerap dilakukan DSI bersama pihak terkait.

“Ini membuktikan pelaksanaan syariat Islam Aceh tidak menjadi kendala bagi pelasakanaan kerukunan dan keharmonisan lintas agama di provinsi Aceh,” katanya.

Ketua FKUB Aceh, HA Hamid Zein SH MHum menyebutkan tingkat tolerensi di Aceh berjalan dengan baik antara stau agama dengan agama yang lain hidup berdampingan dan tidak mencampuri agama lainnya.

Sementara itu, anggota DPR Aceh Tgk H Irawan Abdullah SAg dalam kesempatan menegaskan sebagai daerah yang mempunyai kekhususan dan keistimewaan di bidang agama ini harus digalakkan, sehingga pemahaman keagamaan umat beragama dapat terwujud dengan baik, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam guna menjadi contoh kerukunan beragama.

Menurutnya, daerah Aceh yang terkenal dengan syariat Islam ini harus memjadi contoh kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dialog tokoh lintas agama ini berlangsung mulai 14-15 Desember 2022 menghadirkan para pemateri masing masing Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR EMK Alidar SAg MHum, Prof

Kamurrazaman Bustaman Ahmad Dekan Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry.
Kepala pusat kerukunan umat beragama dari Jakarta Dr Wawan Junaedi serta Kepala Kantor Kementrian Agama.

Selain itu pemateri juga hadir anggota DPRA Aceh Tgk H Irawan Abdullah serta Ketua FKUB Aceh HA Hamid Zein SH MHum. (bai)

 

Sumber: Harianrakyataceh.com

Posted in Berita and tagged , .

Admin adalah Editor pada Website Resmi Dinas Syariat Islam Aceh.
Jika ada kritik dan saran, Silakan gunakan informasi kontak kami.!!

Terimakasih atas kunjungan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *