Calon Imam Hafidh Binaan DSI Aceh Mulai Mondok di Dayah

Kepala DSI Aceh, Dr. Emk Alidar, S. Ag., M. Hum saat serah terima dan orientasi peserta pendidikan calon imam hafidh tahun 2021 ke pihak Dayah Lampoh Beut, Lamlhom, Aceh Besar pada Senin (15/3/2021) pagi.

Kepala DSI Aceh, Dr. Emk Alidar, S. Ag., M. Hum saat serah terima dan orientasi peserta pendidikan calon imam hafidh tahun 2021 ke pihak Dayah Lampoh Beut, Lamlhom, Aceh Besar pada Senin (15/3/2021) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ) akan melaksanakan pendidikan tahfidh Qur’an bagi calon imam hafidh yang berasal dari 23 kabupaten/Kota se-Aceh. Hal tersebut disampaikan kepala DSI Aceh, Dr. Emk Alidar, S. Ag., M. Hum saat serah terima dan orientasi peserta pendidikan calon imam hafidh tahun 2021 ke pihak Dayah Lampoh Beut, Lamlhom, Aceh Besar pada Senin (15/3/2021) pagi.

Program serupa telah dimulai sejak tahun 2019 dan telah menghasilkan 35 hafidh di seluruh Aceh dengan tingkatan hafalan yang berbeda-beda namun tahun 2020 program imam hafidh tersebut batal dilaksanakan karena refocusing anggaran oleh pemerintah Aceh kemudian untuk tahun 2021 program ini kembali diadakan.

“Tahun 2021 DSI Aceh kembali melaksanakan kegiatan pendidikan calon imam hafidh dan sudah merekrut 23 peserta yang akan digembleng menjadi imam hafidh untuk kemudian diharapkan menjadi imam hafidh bagi daerah masing-masing. Mereka akan dididik selama 6 bulan mulai maret hingga Agustus nanti dan ditargetkan dapat menyelesaikan hafalan Qur’an sebanyak 30 juz”, ujar Kadis.

Emk Alidar melanjutkan, setelah menjalani pembekalan selama 6 bulan mereka akan dikembalikan ke daerah masing-masing dan diharapkan mereka bermanfaat bagi daerahnya. Ia juga menegaskan kepada calon imam hafidh harus komit dan mengikuti dengan serius pendidikan ini karena setiap bulan akan dievaluasi pencapaian hafalan mereka.

Sementara pengurus yayasan Lampoh Beut, Zahrol Fajri, S. Ag., MH saat memberikan kata sambutan pada serah terima calon imam hafidh tersebut mengatakan dayah Lampoh Beut merupakan salah satu dayah tertua yang ada Aceh, dayah beraliran salafi ini sudah berdiri sejak zaman Belanda dan telah banyak menghasilkan ulama.

Zahrol Fajri yang juga menjabat sebagai Kadis Pendidikan Dayah Aceh menyampaikan apresiasi kepada DSI Aceh karena telah mempercayakan dayah Lampoh Beut dalam menempatkan calon imam hafidh untuk disiapkan sebagai kader-kader imam penghafal Qur’an. “Ini adalah kali pertama kami dalam menjalankan amanah ini, semoga dapat berjalan baik, insyaAllah kebutuhan mereka akan dipenuhi dan jika ada kendala di lapangan dapat dikomunikasikan untuk kemudian dicari solusi”, ungkap Zahrol.

Selain  itu, ia berharap semoga program ni dapat menghasilkan input dan output yang baik, dan selesai pendidikan ini mereka memberikan kontribusi positif kepada daerah masing-masing.

Turut hadir pada acara serah terima ini ketua yayasan Lampoh Beut, Drs. Marwan A. Jalil, Imam Mukim, Keucik, Sekretaris DSI Aceh, Muhibuthibri, S. Ag; Kabid Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Da’i, Dr. Fikri Bin Sulaiman Ismail, Lc., MA; Kabid Peribadatan Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan, Mulyadi, S. Ag., MM; Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an, Hamdani, S. Ag., MH; para Kasi UPTD PPQ dan staf. (Lilis Suriani)

Posted in Berita and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *