Tokoh Perempuan dan Da’iyah Aceh Menjadi Garda Terdepan Dalam Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh memberi Sambutan, Arahan Sekaligus Memebuka Acara Pembekalan Syariat Islam Bagi tokoh Perembuan dan Da'iyah Tahun 2017

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Memberikan Sambutan, Arahan Sekaligus Memebuka Acara Pembekalan Syariat Islam Bagi Tokoh Perembuan dan Da’iyah Tahun 2017 di Aula Mahkamah Syar’iyah

Dinas Syariat Islam Aceh (DSI) – Sebanyak 30 tokoh perempuan dan da’iyah Aceh diberi pembekalan Syariat Islam. Kegiatan yang bertemakan Syariat Islam Menjamin Kemuliaan dan Martabat Perempuan dilaksanakan oleh Dinas Syariat Islam Aceh melalui Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Da’I di Aula Mahkamah Syar’iyah Aceh pada tanggal 20 Juli 2017. Kegiatan ini dilaksakan satu hari penuh.

Pembekalan Syariat Islam Bagi Tokoh Perempuan dibuka langsung oleh kepala Dinas Syariat Islam Aceh, DR. Munawar, MA. Dalam sambutannya, Munawar mengatakan salah satu isu yang berkembang dalam satu dekade menyangkut peran perempuan dalam ranah publik, dan isu itu berkembang menjadi sebuah diskursus. Banyak isu yang beredar sekarang yang menyudutkan Islam dimana seolah-olah Islam memenjarakan perempuan dan membatasi ruang gerak perempuan, serta menyerukan perempuan itu hanya berkiprah diranah domestik saja dan melarang berkiprah diranah publik. Padahal isu ini hanya dimainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab bertujuan untuk mendeskreditkan Islam, didalam Al-quran juga merujuk pada hadist serta melihat kultur budaya kita tidak ada penjelasan yang mengatakan hak perempuan dimarjinalkan, pungkasnya.

Dalam sambutannya, mantan Plt. Bupati Pidie DR. Munawar MA menerangkan, kegiatan pembekalan syariat islam kepada tokoh perempuan ini bertujuan untuk mendorong  supaya perempuan aceh harus tampil maksimal dalam membantu pemerintah, terutama dalam pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

Beliau juga menambahkan syariat Islam di Aceh semakin hari semakin besar tantangannya. Banyak isu-isu dan pemahaman yang salah mengenai syariat Islam, oleh sebab itu sangat dibutuhkan peran dan kiprah dari pada Tokoh Perempuan dan Da’iyah untuk bisa meluruskan isu-isu yang sedang berkembang sekaligus meluruskan pemahaman yang bisa mendeskreditkan syariat Islam. Selama ini DSI sudah menjalankan syariat Islam sesuai dengan Undang-undang yang sudah diatur secara legal formal dalam UU No. 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

Diakhir sambutannya beliau mengharapkan dengan adanya dorongan dan dukungan dari semua pihak khususnya tokoh perempuan dan da’iyah, semoga syariat islam di Aceh bisa berjalan dengan kaffah, tutupnya.

Nasruddin, MA selaku panitia dalam sambutannya menyebutkan pembekalan Syariat Islam  bagi tokoh perempuan dilaksanakan selama  sehari penuh, dengan jumlah peserta 30 orang yang termasuk didalamnya dari seluruh Tokoh Perempuan dan Da’iyah Aceh . Tujuan dari pelaksanaan pembekalan untuk memberikan pengetahuan sekaligus membina para tokoh perempuan dan da’iyah untuk bisa menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Kewajiban menjalankan syariat islam bukanlah semata-mata tugas DSI Aceh melainkan tugas dan tanggung jawab semua elemen masyarakat Aceh, tutur Nasruddin.

Pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR Munawar MA, Ketua KIP Aceh Munawar Syah SHI MA, Akademisi DR Kusmawati Hatta M.Pd dan  Drs Baharuddin AR Msi.

Posted in Berita and tagged , , .

Nova Muliana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *