Neuro Nadi Global Kembangkan Metodologi Pembelajaran Al-Quran

Kadis Syariat Islam Aceh Dr. Munawar A Djalil MA Menyambut Hangat Tamu Dari Rombongan Neuro Nadi Global Pengembangan Al-Quran Terbesar di Malaysia dan Muslimin Traveles KL di Aula LPTQ Aceh pada 22/03/2018

Kadis Syariat Islam Aceh Dr. Munawar A Djalil MA Menyambut Hangat Tamu Dari Rombongan Neuro Nadi Global Pengembangan Al-Quran Terbesar di Malaysia dan Muslimin Traveles KL di Aula LPTQ Aceh pada 22/03/2018

Dinas Syariat Islam Aceh – Sebanyak 25 orang tamu dari dua rombongan Neuro Nadi Global Pengembangan Al-Quran terbesar di Malaysia dan Muslimin Traveles KL menyambangi Dinas Syariat Islam Aceh pada tanggal 22 Maret 2018 sore di Aula LPTQ Aceh.

Fakhu Anuar Bin Yusuf selaku ketua rombongan menyampaikan bahwa yayasan Al Bhaghadi ini merupakan sebuah organisasi yang menjalankan inofasi dalam pendidikan Al-quran. Mereka juga punya program menghafal Al quran menggunakan teknik terkini yang dinamakan dengan teknik Neoru Nadi.

“Teknik Neoru Nadi yang mana menggunakan konsep neoru psikologi, dengan mengaplikasikan sepenuhnya fungsi otak kiri dan kanan. Sehingga bisa menghasilkan sebuah hafalan Alquran yang berkualitas tinggi” tutur Fakhu Anuar.

“Di Malaysia sendiri sudah mepunyai 1000 cabang Al bhaghdadi, kita juga punya program yang namanya program rangsangan di mulai dari bayi dalam kandungan sampai ketingkat hafalan, yang terasnya merupakan pendidikan Alquran. Di Aceh yang mayoritas penduduk mencapai 5,2 juta, dengan kerjasama Al bhaghdadi dan Aceh sendiri sehingga bisa melahirkan satu program yang sudah disusun tadi dan bisa mengembangkan secara sistematik mengenai pendidikan Alquran, Sehingga dari anak kecil sampai umur 70 tahun masih bisa membaca al-quran” imbuhnya.

Kepala DSI Aceh Dr. Munawar A Djalil MA yang di damping oleh Kepala Bidang dan Kepala UPTD dalam sambutannya membeikan apresiasi dan menyambut baik program yang sudah disampaikan.

“Di Aceh sendiri banyak lembaga tahfiz, walaupun metologi pembelajarannya sangat terbatas. kita juga sudah banyak menghasilkan hafiz dan hafizah di Aceh. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah Aceh dan Al Bhaghdadi ini, mungkin kita bisa buat langkah selanjutnya untuk mengadopsi metodelogi yang seperti ini” ungkap munawar.

Munawar juga menambahkan untuk tahun ini DSI Aceh mengusung program membina imam tahfiz untuk seluruh Aceh. Target tahun 2018 para hafiz yang sudah dibina bisa menghafal lebih kurang 10 juz, dan untuk tahun 2019 hafiz yang telah dibina akan di tempatkan di 80 kecamatan yang ada di Aceh.

” Tahfiz yang nantinya di kirim ke kecamatan selain bisa menghafal Alquran juga akan menajadi imam masjid , sehingga memungkinkan metodelogi ini kita terapkan untuk mempercepat hafalan para imam tahfiz” jelasnya.

Diakhir sambutannya ia juga mengatakan bahwa metodelogi ini mungkin di anggap baru di kalangan masyarakat Aceh. “Kalau metode ini mampu diterapkan di Aceh, ini sangat luar biasa dikarenakan animo masyarakat Aceh dalam mendidik anak-anaknya menjadi hafiz sangat luar biasa” tutupnya.

Posted in Berita and tagged , , , , .

Nova Muliana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *