Peserta Aceh dinyatakan Lulus Verifikasi Semuanya

Seluruh Peserta STQN XXIV sedang Berfoto bersama setelah Lulus Verifikasi di Tarakan, Kalimantan Utara.

Seluruh Peserta STQN XXIV Sedang Berfoto Bersama Setelah Lulus Verifikasi di Tarakan, Kalimantan Utara.

Dinas Syariat Islam Aceh – Seluruh peserta asal Aceh dinyatakan lulus semuanya pada saat melakukan registrasi ulang peserta pada Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) ke-24 Tahun 2017 di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan di buka oleh Menteri Agama Republik Indonesia H. Lukman Hakim Saifuddin, hari sabtu tanggal 15 Juli di arena utama Islamic Center.

Kafilah Aceh pada jumat 14/7/2017 sekitar pukul 19.30 WITA, mendaftarkan seluruh Cabang yang di perlombakan pada STQ N XXIV yang diterima oleh panitia pelaksana dipusatkan di lapangan tenis Indor Kota Tarakan.

Menurut Jadwal yang beredar jumat 14/7/2017 seluruh kafilah wajib registrasi ulang peserta yang telah mendaftar dengan memperlihatkan dokumen pendukung,hal ini berbeda dengan  tahun sebelumnya pendaftaran peserta STQ N XXIV sudah dilakukan secara online, Kata ketua rombongan Dr. Munawar A. Jalil,  MA.

Pendaftaran Peserta Aceh diantar langsung oleh ketua rombongan Dr Munawar A Jalil MA bersama Assiten I Gubernur bidang Pemerintahan dan Keistemewaan Aceh Dr. Iskandar A. Gani, SH. M.Hum, didampingi Ketua UPTD LPTQ Aceh Drs. H Ridwan Johan, Kakanwil Kamenag Aceh Drs. H Daud Pakeh, Sekretaris Dinas Syariat Islam Drs. Darjalil, dan Ustad Mardhatillah, SH. MH

Rombongan tiba di Tarakan pada tanggal 13 juli 2017 disambut pengalungan bunga di Bandara Internasional Sultan Haji Sulaiman. Keesokan  harinya tanggal 14 juli peserta Aceh dijadwalkan melakukan verifikasi peserta pada malam hari, tepatnya pukul 19.30 WITA. Seluruh peserta yang didaftarkan tidak ada yang di tolak oleh sistem, artinya peserta lulus seluruh cabang yang di perlombakan.

Pendaftaran peserta STQN sudah menggunakan aplikasi e-MTQ, Aplikasi ini sudah di terapkan saat pelaksanaan MTQ Nasional tahun 2016 di Mataram sebagai ujicoba.

“ini bentuk kekompakan yang kita ciptakan, agar peserta semakin bersemangat, apalagi para pejabat ikut berpartisipasi secara penuh memberikan motivasi dan dukungan kepada anak-anak yang akan tampil pada event nasional ini,” tambah Munawar.

Menurut Mantan Kepala Biro Kesra Aceh,  ke 16 peserta mendaftarkan dirinya masing-masing ke panitia sesuai cabang, didampingi pengasuh yang senantiasa memberi semangat pada anak didiknya.

“Alhamdulillah kita tidak ada yang diskualifikasi, karena semua peraturan yang diberlakukan oleh panitia pelaksana pada STQ N sudah kita lakukan. Kita patut berapresiasi kepada panitia yang telah melakukan perubahan mekanisme pendaftaran serta kriteria sebagaimana pelaksanaan MTQ N XXVI di Mataram tahun lalu,” jelasnya.

“Pendaftaran dilakukan melalui online dan tidak ada bon-mebon (sewa-menyewa) memberi peluang seluruh peserta untuk meraih prestasi disamping melakukan pemberdayaan potensi putra-putri daerah masing-masing,” Tambah mantan Plt Bupati Pidie.

Kafilah Aceh mendaftar yang ke 12 setelah Gorontalo, mereka mengikuti cabang tahfidh terdiri dari 1 juz, 5 juz, untuk cabang tilawah, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz serta cabang tafsir bahasa arab.

Munawar melihat langsung proses pendaftaran peserta untuk memastikan tidak ada kendala. Munawar meminta supaya peserta menanamkan komitmennya agar bisa tampil lebih baik. “Jangan terbeban, rileks saja. Tapi semua peserta harus berkomitmen untuk tampil lebih baik. Karena itu manfaatkan waktu senggang untuk terus belajar,” pesannya.

Munawar menambahkan, sebelum berangkat ke Tarakan LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Nasional telah menyurati seluruh LPTQ Provinsi tentang Ketentuan Pokok STQN ke-24,  khususnya berkaitan dengan pendaftaran peserta tentunya saat pendaftaran tiap Provinsi peserta STQN harus melakukan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) peserta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi untuk menghindari ditolaknya calon peserta pada proses verifikasi.

“Peserta yang dinyatakan lolos dan disahkan sebagai peserta STQN, akan dimasukkan dalam database Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam. NIK yang sudah terverifikasi itu dapat digunakan untuk keperluan pada event STQ atau MTQ Nasional,” Tambahnya.

Ia menambahkan, bila dalam proses verifikasi tahap I pada 26 hingga 30 Mei 2017 NIK calon peserta tidak terdaftar, maka akan langsung ditolak. Proses verifikasi tahap I ini dilakukan tim verifikator bersama dengan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Tim verifikator akan memeriksa kesesuaian antar dokumen yang dilampirkan calon peserta. Jika terindikasi ditemukan ketidaksesuaian, maka calon peserta diberi kesempatan untuk klarifikasi.

Alhamdulillah peserta Aceh sudah mengikuti seluruh petunjuk yang diberika oleh Panitia Penyelenggara Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) ke-24 Tahun 2017 di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), semua peserta tidak menemukan kesulitan sama sekali, karena kita sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum kita berangkat.

“Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) ke-24 Tahun 2017 di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Aceh mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan, dengan membawa rombongan 36 orang terdiri dari 16 peserta, 6 pelatih, 2 pendamping, 1 dokter selebihnya pejabat instansi terkait,” jelasnya.

Posted in Berita and tagged .

admin

Admin adalah Editor pada Website Resmi Dinas Syariat Islam Aceh.
Jika ada kritik dan saran, Silakan gunakan informasi kontak kami.!!

Terimakasih atas kunjungan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *