Pemerintah Aceh Berangkatkan Umrah Dai Berprestasi Ke Saudi Arabia

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA Menyerahkan Tiket Pesawat serta Uang Saku Kepada Dai Terpilih Untuk diberangkatkan Umrah Ke Tanah Suci Mekah, di Ruang Rapat Kadis Syariat Islam Aceh, Selasa (28/11).

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA Menyerahkan Tiket Pesawat serta Uang Saku Kepada Dai Terpilih Untuk diberangkatkan Umrah Ke Tanah Suci Mekah, di Ruang Rapat Kadis Syariat Islam Aceh, Selasa (28/11).

Dinas Syariat Islam Aceh – Pemerintah Aceh pada tahun 2017 ini melakukan pemilihan da’i berprestasi untuk diberangkatkan umrah ke tanah suci Mekah. Da’i yang terpilih ini benar-benar memiliki dedikasi, disiplin dan loyal terhadap tanggungjawab yang diberikan oleh pemerintah kepadanya.

Wakil Gubernur Aceh ir.Nova Iriansyah memberikan apresiasi kepada Dinas Syariat Islam Aceh terutama dalam proses pemberangkatan umrah da’i ini, hal itu disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Munawar A Djalil MA, meniru ucapan Wagub Aceh saat melepaskan Da’i yang terpilih tahun ini.

Pelepasan da’i berprestasi ini turut disaksikan oleh para pejabat dilingkungan DSI Aceh yang berlangsung selama dua jam di Ruang Rapat Kadis Syariat Islam Aceh, Selasa (28/11).

Menurutnya, pemberian reward umrah ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Aceh untuk orang-orang yang dianggap berjasa dalam pembinaan aqidah umat di wilayah perbatasan dan daerah terpencil, selain untuk motivasi para da’i di masa mendatang juga sebagai bentuk penghargaan terhadap indikator keberhasilan selama ini. Pelepasan pemberangkatan umroh ini seyogyanya langsung dilakukan oleh Gubernur Aceh, karena beliau masih berada di luar daerah, oleh sekretaris daerah memberikan mandat kepada kami untuk melepaskan da’i berprestasi ini, tambahnya.

Selain itu, proses penilaian terhadap da’i yang terpilih ini dilakukan dengan kerjasama antara koordinator lapangan da’i di wilayah perbatasan dan daerah terpencil selama 3 tahun terakhir dan verifikasi lapangan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat ditempat da’i bertugas. Dasar inilah yang menjadi acuan kami dalam memilih siapa yang mendapatkan reward tahun ini. Dari jumlah 200 orang da’i yang bertugas di enam kabupaten/kota perbatasan hanya dua orang yang terpilih sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia.

Untuk masa mendatang tidak menutup kemungkinan bukan hanya umrah yang diberikan, bisa saja haji, kepada orang-orang yang dianggap memiliki dedikasi yang kuat dalam membangun Aceh, karena Pemerintah Aceh memiliki kewenangan khusus dalam pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Tambahnya

Munawar menambahkan, di tahun mendatang pemberian reward akan dilakukan sistem akademik dengan demikian semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk meraih reward, tahun ini dilakukan tanpa melalui sistem akademik, tapi penilaiannya dengan teknis ke lapangan dan penilaian dari koordinator lapangan masing-masing.

Oleh karena itu kami mengajak seluruh para da’i yang bertugas di wilayah perbatasan dan daerah terpencil terus menerus melaksanakan tugasnya dengan baik, Karena selama ini banyak temuan yang kami dapatkan termasuk hasil penelitian tentang peran da’i belum memuaskan semua pihak, dasar itulah kita akan terus melakukan perbaikan dan Evaluasi terhadap kinerja dai mudah-mudahan akan lebih baik.

Munawar melanjutkan, metode dakwah mimbar yang selama ini dilakukan oleh da’i sebaiknya terus di tingkatkan, da’i harus berusaha keras untuk berinovasi agar dalam pembinaan aqidah umat di wilayah perbatasan dan daerah terpencil terus berkembang menjadi lebih baik, tambahnya.

Sementara itu Kepala Uptd Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Drs Nasruddin, MAg mengatakan penilaian terhadap kinerja da’i berprestasi ini dilakukan tanpa sepengetahuan para da’i, kami melakukan verifikasi langsung ke daerah di mana da’i bertugas, ini tidak ada KKN yang kami lakukan, penilaian terhadap kinerja dai sangat objektif. Dari jumlah yang masuk data pada kami berjumlah 8 orang hanya terpilih dua orang, semuanya itu masyarakatlah yang menilai keberhasilan da’i, bukan kami di kantor. Tambahnya

Tahun depan kami sudah mengusulkan 8 orang da’i, maka jika benar-benar ingin memperoleh nya maka berkerjalah dengan baik dan disiplin. Tandasnya

Berikut dua orang da’i wilayah perbatasan dan daerah terpencil yang terpilih sebagai da’i berprestasi

1). Tgk Jamaludin tugas di Desa Nagapaloh Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil

2). Tgk Jafar Siddiq tugas Desa Pucuk Lembang, Kecamatan Kluet Timur Aceh Selatan.

Posted in Berita and tagged , .

Abdusy Syakur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *