MENAG Lantik Dewan Hakim, Aceh Dapat Dua Jatah

Prof Dr Azman Ismail, MA Saat Sedang Menunggu Pengambilan Sumpah Sebagai Dewan Hakim STQN XXIV di Kalimantan Utara 2017

Prof Dr Azman Ismail, MA Sedang Menunggu Pengambilan Sumpah Sebagai Dewan Hakim STQN XXIV di Tarakan, Kalimantan Utara Tahun 2017

Dinas Syariat Islam Aceh – Pengambilan sumpah dan pelantikan dewan Hakim dan Pengawas oleh Menteri Agama Republik Indonesia H Lukman Hakim Saifuddin yang berjumlah 51 dewan Hakim, 5 Pengawas dan 12 Panitera, dilakukan di Aula Islamic Center sabtu 15/7 dalam pelantikan tersebut ada dua putra terbaik Aceh diangkat menjadi Hakim dan pengawas diantaranya Prof Dr Azman Ismail, MA sebagai pengawas dan Drs. Sualim sebagai Hakim.

Prof Dr Azman Ismail, MA mengakui ini amanah yang sangat berat dibebankan kepada kami untuk mengawasi jalannya pelaksanaan  Seleksi Tilawatil Quran  (STQ) tetap konsisten dan penuh istiqamah sesuai pesan menteri Agama Republik Indonesia H Lukman Hakim Saifuddin bahwa Seleksi Tilawatil Quran  (STQ) tidak semata ajang kompetisi melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, akan tetapi mengutamakan menjaga kerukunan dan keberagaman sebagai pemersatu bangsa.

“Ketelitian dan profesional dewan hakim dan pengawas akan menuju pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) akan lebih baik dimasa mendatang,” kata Azman.

“pelaksana Seleksi Tilawatil Quran  (STQ) ini salah satu cara menjaga persatuan bangsa, ini pondasi yang utama mempertahankan keutuhan bangsa dari upaya pemecah belah bangsa, peran dewan hakim dan pengawas lah yang menentukan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antar sesama.

Kepada dewan juri, pengawas dan seluruh pihak yang terlibat, MENAG berpesan untuk senantiasa menjaga kemuliaan STQ. Caranya, tidak mengotori proses penyelenggaraan STQ dengan cara-cara yang tidak semestinya. Kementerian Agama telah mengantisipasi hal itu dengan menerapkan e-MTQ agar penyelenggaraannya lebih terbuka, transparan, dan mudah diawasi masyarakat, Tambah Imam Besar Masjid Raya Baiturahman

Menurut Guru Besar UIN Ar-Raniry yang ahli bahasa arab ini, pelaksana STQ Nasional kali ini jauh lebih matang dalam hal rekrutmen peserta, karena seluruh peserta sudah mendaftar melalui aplikasi e-MTQ, jadi ke sini hanya melakukan verifikasi faktual artinya mencocokkan dengan data yang dikirim oleh daerah masing-masing, jadi jika di temukan NIK ganda panitia akan melakukan diskualifikasi atau sistem gugur dalam keikutsertaan dalam lomba STQ ke 24 di kota Tarakan.

Posted in Berita and tagged , .

admin

Admin adalah Editor pada Website Resmi Dinas Syariat Islam Aceh.
Jika ada kritik dan saran, Silakan gunakan informasi kontak kami.!!

Terimakasih atas kunjungan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *