KADIS SYARIAT ISLAM ACEH: SIAPA SALAFI WAHABI? TUNJUKKAN!

anti

Banda Aceh– Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Prof. DR. Syahrizal Abbas, MA mempertanyakan siapa yang diklaim sebagai salafi-wahabi sehingga Pemerintah Aceh harus mencabut izin lembaga pendidikan Islam yang telah ada serta tidak memberikan peluang kepada anak bangsa terpilih untuk duduk sebagai kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA dan Kepala Badan.

Pertanyaan itu muncul, menanggapi 13 point yang diajukan oleh massa yang menamakan dirinya pantia parade ahlussunah wal jamaah yang melakukan aksi tadi siang di banda Aceh.

“Kalau bicara ada lembaga pendidikan Islam yang sudah ada berpaham di luar ahlussunah, serta ada kepala SKPA yang berpaham diluar itu, tunjukkan. Setahu saya tidak ada. Semua kita yang ada di Aceh, masih satu golongan yaitu ahlussunnah wal jamaah,” tegas Prof. Syahrizal, kepada The Globe Journal, Kamis (10/9/2015) sekitar pukul 20.20 WIB melalui hubungan telepon selular.

Terkait dengan pengelolaan Mesjid Raya Baiturahman, semua stake holder sudah sepakat dalam rapat Forkopimda beberapa waktu lalu. Termasuk tata cara pelaksanaan ibadah shalat jumat.

“Coba cek, di mana letak ketidaksamaan itu? Sekarang azan sudah dua kali untuk shalat Jumat. Khutbah diulang. Khatibnya juga memegang tongkat,” terang Syahrizal.

Kemudian terkait aliran sesat, itu mutlak kewenangan MPU. Pemerintah Aceh sejauh ini tidak turut campur. terkait dengan Qanun Jinayah dan Acara Jinayah, sudah dijalankan oleh Pemerintah Aceh.

Syahrizal menghimbau kepada masyarakat Aceh, agar membuka diri dengan khilafiyah. Selama tidak menyimpang dari tauhid dan aqidah, tidak perlu dibesar-besarkan.

“Bila terkait khilafiyah, tidak perlu lah membesar-besarkan perbedaan. Sejauh tidak menyimpang dari aqidah, kenapa harus saling membenci?,” ujarnya.

Profesor Syahrizal, di akhir wawancara menegaskan, selama satu aqidah, satu Tuhan, satu Nabi, manusia wajib saling menghormati. Hal-hal kecil yang sifatnya khilafiyah tidak perlu di pertentangkan.

Jangan sampai isu agama di dompleng oleh orang lain untuk berbagai kepentingan, yang akhirnya akan ditangisi oleh orang Aceh sendiri.

Sekali lagi dia menegaskan, di Aceh semua lembaga pendidikan Islam adalah bermazhab Syafii. Begitu juga dengan Kepala SKPA dan Kepala Badan, semuanya masih satu aliran dengan mayoritas masyarakat Aceh.

“Kalau ada yang diluar itu, tunjukkan! Sejauh pengamatan dan pengetahuan saya semuanya masih satu aqidah. Tidak ada yang berbeda,” imbuhnya. []

Posted in Berita.

admin

Admin adalah Editor pada Website Resmi Dinas Syariat Islam Aceh.
Jika ada kritik dan saran, Silakan gunakan informasi kontak kami.!!

Terimakasih atas kunjungan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *