Ikhlas Untuk Menggapai Ridha Allah

Kadis Syariat Islam Aceh, Dr Munawar A Jalil MA menyampaikan ceramah perdana yang bertajuk “Ikhlas Beribadah Dalam Rangka Menggapai Ridha Allah” di mushalla As-Salam, Senin (29/5/17) ba'da zuhur.

Kadis Syariat Islam Aceh, Dr Munawar A Jalil MA menyampaikan ceramah perdana bulan Ramadhan 1438 H yang bertajuk “Ikhlas Beribadah Dalam Rangka Menggapai Ridha Allah” di mushalla As-Salam, Banda Aceh, Senin (29/5/17) ba’da zuhur.

Dinas Syariat Islam Aceh –  Ramadhan merupakan bulan yang paling mulia, sehingga semua manusia khususnya umat muslim ingin menyongsongnya dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt baik dengan melakukan amalan wajib maupun sunat sehingga akan memperoleh ganjaran pahala yang berlipat ganda dari Allah.

Tak ketinggalan pula Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui  bidang Peribadatan, Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan  yang memanfaatkan momentum bulan suci ramadhan salah satunya dengan cara mengadakan ceramah ramadhan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan kompleks keistimewaan Aceh yang berlangsung di mushalla As-Salam dimulai dari  senin (29 Mai s/d 22 Juni 2017) ba’da zuhur.

Kadis Syariat Islam Aceh, Dr Munawar A Jalil MA menyampaikan ceramah perdana yang bertajuk “Ikhlas Beribadah Dalam Rangka Menggapai Ridha Allah”. Dalam kajiannya ia menuturkan tentang pentingnya keikhlasan dalam menjalankan ibadah dikarenakan Allah tidak akan menerima ibadah seseorang jika terdapat riya didalam dirinya.

Selain itu, Munawar mengingatkan agar kita senantiasa bertaqwa kepada Allah karena orang yang bertaqwa adalah orang yang mendapat cahaya dari Allah dan untuk memperolehnya harus dengan usaha dan doa. Seperti dalam firman Allah surah An-Nur (35) yang berbunyi : “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Ditambahkannya, ada empat sifat riya yang harus dihindari saat seseorang beribadah yaitu ketika didepan orang banyak dia beribadah, ketika sendiri dia malas, ketika dipuji dia menambah serta ketika dicaci ia mengurangi ibadahnya. “semoga kita dilindungi oleh Allah dari sifat-sifat demikian dan selalu konsisten serta istaqamah dalam menjalankan perintah Allah, “tegas Munawar diakhir ceramahnya.

Tampak hadir pada ceramah perdana siang itu, segenap unsur PNS setempat dan sejumlah masyarakat yang memenuhi mushalla As-Salam.

Posted in Berita and tagged , .

Lilis Suriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *