Aceh Kirim 60 Peserta MTQ Ke Padang

Pelatih kafilah Aceh ustad Teuku Mardhatillah saat membina peserta MTQ Aceh bertempat di Dayah pesantren Insan Qur'ani pada Kamis (5/9/2020) pagi.

Pelatih kafilah Aceh ustad Teuku Mardhatillah saat membina peserta MTQ Aceh bertempat di Dayah pesantren Insan Qur’ani pada Kamis (5/9/2020) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh akan memberangkatkan 60 peserta  menuju perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Nasional Ke 28 di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. MTQ Nasional ini akan berlangsung hampir dua pekan, dari tanggal 14-21 November 2020.

Kepala DSI Aceh, Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum didampingi oleh Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ), Muzakkir, SH mengatakan para peserta tanggal 9 november 2020 akan berkumpul di Banda Aceh untuk menjalani karantina di gedung LPTQ Aceh. Selama karantina para peserta akan dilatih persiapan tahap akhir dan juga akan dilakukan pemeriksaan kesehatan berupa tes swab PCR oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Aceh sebagai salah satu syarat masuk ke kota Padang.

“Peserta insyaAllah hari ini tanggal 9 november akan berkumpul di Banda Aceh, selanjutnya akan menjalani karantina dan tes swab sebagai syarat masuk kota Padang”, ujar Kadis di ruang rapat PPQ Aceh.

EMK menambahkan kafilah Aceh akan dilepas secara resmi oleh Gubernur Aceh pada Senin (9/11/2020) malam di Pendopo Gubernur Aceh, kemudian rombongan akan bertolak ke Padang melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Jum’at (13/11/2020) mendatang.

“Rencananya kafilah Aceh akan dilepas secara resmi oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Karena tidak ada penerbangan langsung menuju Padang, demi keamanan dan kenyamanan para peserta, pemerintah Aceh mencarter pesawat khusus Garuda Indonesia untuk mengangkut kafilah menuju ranah minang”, ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pelatih kafilah Aceh ustad Teuku Mardhatillah mengutarakan bahwa persiapan para peserta kali ini memang agak kurang maksimal dibandingkan untuk ajang serupa dua tahun lalu disebabkan pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia termasuk daerah Aceh.

“Peserta yang seharusnya menjalani training center (TC) di Banda Aceh selama 40 hari tidak dapat menjalani latihan secara maksimal disebabkan keadaan Covid 19, mereka hanya sempat menjalani TC selama 12 hari pada awal bulan Maret 2020. Sedangkan dalam rentang waktu Maret hingga awal November ini mereka latihan secara daring via aplikasi WA dan zoom dengan para pelatih, kemudian pada tanggal 10-12 november akan dilatih kembali di LPTQ secara tatap muka sebelum berangkat tanggal 13 November 2020”, ungkap Ustad Mardhatillah.

“Meski demikian, kami tetap berkeyakinan peserta akan mampu menampilkan kemampuan maksimal mereka pada saat berlaga di arena MTQ Nasional di Padang. Meski pandemi, kita tetap berusaha semaksimal mungkin untuk latihan walau keadaan menghalangi, maka kita berharap agar usaha kita ini dipandang oleh Allah SWT dan memberikan hasil yang maksimal dengan qudrah dan iradah-Nya”, tutup ustad Mardhatillah yang juga mantan peserta MTQ Nasional itu.

Adapun 60 peserta dari berbagai kabupaten / kota di Aceh dengan rincian, Aceh Besar sebanyak  17 peserta, Aceh Timur 9 peserta, Aceh Utara 7 peserta dan Pidie sebanyak 6 peserta.

Selanjutnya Nagan Raya 4 peserta, Banda Aceh sebanyak 3 peserta, Aceh Jaya 2 peserta, Simeulu 2 peserta, sementara Pijay,  Bireuen, Singkil, Subulussalam, Langsa, Lhokseumawe,  Aceh Tengah, Aceh Selatan, Aceh Tamiang dan Gayo Lues masing-masing mengirim 1 perwakilan untuk kafilah Aceh dalam MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020. (Lilis Suriani)

Posted in Berita and tagged , .

Admin adalah Editor pada Website Resmi Dinas Syariat Islam Aceh.
Jika ada kritik dan saran, Silakan gunakan informasi kontak kami.!!

Terimakasih atas kunjungan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *